[0708 Bundesliga]Anies Akan Umumkan Hasil Evaluasi Ganjil Genap Saat PSBB Transisi

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:4PL Liga Eropa

Dia pun mewacanakan untuk menekan Covid-19, maka akan kembali digalakkan soal bekerja dari rumah atau work from home (WFH), serta berkantor dengan kapasitas 50 persen saja.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan, pihaknya saat ini masih mengevaluasi hasil pelaksanaan pembatasan kendaraan dengan nomor polisi ganjil genap saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

"Kita sedang menyiapkan satu paket, jadi bukan satu per satu item kebijakan, tapi satu paket bersamaan dengan nanti berakhirnya siklus PSBB. Karena PSBB kita berakhir tanggal 9 (September) saat itu kita akan sampaikan paket kebijakan untuk fase berikutnya," jelasnya.

Lebih lanjut, Anies menyatakan bahwa hasil evaluasi kebijakan ganjil genap akan diumumkan saat masa akhir pelaksanaan PSBB masa transisi.

Selain aturan tersebut, pihaknya juga menyoroti penularan Covid-19 di sektor perkantoran dan industri.

Pemberlakukan kebijakan pembatasan mobil ganjil genap akan kembali dimulai pada 3 Agustus 2020. Hal ini karena makin tingginya arus kendaraan selama PSBB transisi di DKI Jakarta.

Menurut dia, aturan tersebut berdampak pada meningkatnya mobilitas warga DKI menggunakan transportasi publik.

"Nanti akan diumumkan semuanya (terkait kebijakan ganjil genap)," kata Anies di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (7/9/2020).

"Kami lihat bahwa dengan adanya ganjil-genap terlihat ada peningkatan transportasi, mobilitas penduduk. Dan ini tentunya menjadi salah satu faktor yang perlu dilihat, apakah memiliki kontribusi dalam tingkat penularan dan bagaimana selanjutnya untuk bisa dikendalikan," kata Wiku dalam konferensi pers daring, Senin (31/8/2020).

Sebelumnya, Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, pihaknya akan mengkaji aturan ganjil-genap di DKI terhadap meningkatnya kasus positif Covid-19 di Jakarta.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menjelaskan, pihaknya selalu transparan berdasarkan data yang lengkap. Untuk keputusan pelaksanaan ganjil genap juga berdasarkan data yang ada.

"Jadi keputusan kebijakan-kebijakan itu selalu merujuk pada angka yang senyatanya terjadi di lapangan," ucapnya.